Puskesmas Sikumana Kupang

Artikel Kesehatan

AYO ..... KENALI ISTILAH BARU PASIEN COVID-19 Featured

Ditulis Oleh | Selasa, 14 Juli 2020 14:52
Beri Rating
(1 Vote)
Virus Corona Virus Corona Collection by Atop

Sejak Bulan Maret 2020, Indonesia marak dengan istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG).

Namun, sejak tanggal 13 Juli 2020 Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto akhirnya menghapus istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) untuk pasien Covid-19. Hal ini dilakukan berdasarkan perubahan aturan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Pada bagian ini, dijelaskan definisi operasional kasus Covid-19, yaitu kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian. Untuk kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG)," demikian tertuang pada halaman 31 di bagian defisini operasional peraturan anyar ini.

Apa yang dimaksudkan dengan keempat istilah terbaru tersebut ??  Berikut adalah ulasannya, silahkan membaca dan dipahami dengan baik.

  1. Kasus suspek ialah orang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:
    1. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal. Sebagai catatan, gejala ISPA yang dimaksud, yakni: demam (> 38 derajat celcius) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat.
    2. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.
    3. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
  2. Kasus Probable

Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

  1. Kasus Konfirmasi

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

  1. Kontak Erat

Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19 di antaranya mencakup; kontak tatap muka/berdekatan dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih; sentuhan fisik langsung; dan orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.

Semoga, artikel ini bermanfaat dalam menambah wawasan kita tentang Covid-19. Ingat !!!!! Tetap patuhi Protokol Kesehatan. (Crd).

Dibaca 349 Kali Terakhir Diperbaharui Selasa, 14 Juli 2020 15:08
Adrianus Topu

Admin Website. TIM SIK Puskesmas Sikumana. Perawat di Puskesmas Sikumana sejak Tahun 2006.

pusksmn.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

SOSIALISASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE)

SOSIALISASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE)

UPT. Puskesmas Sikumana, pada Tanggal 26 Februari 2018 Read More
SCREENING FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI TEMPAT TEMPAT UMUM

SCREENING FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI TEMPAT TEMPAT UMUM

Masalah Kesehatan yang dihadapi saat ini sangat kompleks Read More
MENGENAL ANEMIA YANG MEMATIKAN

MENGENAL ANEMIA YANG MEMATIKAN

PENGERTIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI Anemia defisiensi besi adalah Read More
APA ITU RUBELLA ?

APA ITU RUBELLA ?

Pengertian Rubella Rubella atau campak Jerman adalah infeksi Read More
SERING GERAKAN KAKI SAAT DUDUK ? BANYAK MANFAATNYA ....

SERING GERAKAN KAKI SAAT DUDUK ? BANYAK MANFAATNYA ....

Seringkali kita tak sadar sedang menggerakkan kaki saat Read More
S0SIALISASI TB : MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DALAM PENEMUAN KASUS

S0SIALISASI TB : MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DALAM PENEMUAN KASUS

Penemuan kasus TB identik dengan fenomena gunung es Read More
PUSKESMAS SIKUMANA MENUJU AKREDITASI

PUSKESMAS SIKUMANA MENUJU AKREDITASI

Puskesmas Sikumana sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terus berupaya Read More
  • 1