Puskesmas Sikumana Kupang

Artikel Kesehatan

APA SAJA 3 TAHAP PENYAKIT DEMAM BERDARAH ? Featured

Ditulis Oleh | Rabu, 11 Desember 2019 06:08
Beri Rating
(1 Vote)
Gejala Demam Berdarah Gejala Demam Berdarah

Memasuki musim hujan di Kota Kupang, Anda harus lebih waspada agar tidak terjangkit penyakit Demam Berdarah.

Anda wajib mengetahui dan memahami tentang penyakit ini terutama dengan fase-fase berbahaya DBD.

  1. FASE DEMAM

Setelah seseorang terkena gigitan nyamuk demam berdarah, ia tidak akan langsung mengalami gejala penyakit DBD. Biasanya masa inkubasi ± 7 hari hingga muncul gejala. Berawal dari panas tinggi yang mendadak dan berlangsung secara terus-menerus selama 2 sampai 7 hari.

Panas tinggi atau demam biasanya disertai dengan penurunan nafsu makan, mual, muntah, sakit kepala, sakit perut dan nyeri pada ulu hati.

  1. FASE KRITIS

Setelah melalui fase demam, suhu tubuh pasien akan berangsur menurun dan kondisi tubuh mulai membaik. Namun, anda JANGAN DULU senang dengan kondisi ini karena bukan berarti pasien sudah sembuh. Tetapi, justru saat ini pasien memasuki MASA KRITIS atau GAWAT.

Orang tua atau pengasuh tidak boleh lalai dan membiarkan pasien beraktivitas seperti biasa. Pasien perlu dipantau dan bila perlu dibawa ke sarana pelayanan kesehatan atau rumah sakit terdekat.

Jika dibiarkan, maka bisa terjadi manifestasi pendarahan seperti pendarahan pada hidung dan gusi, buang air besar campur darah dan muntah darah. Pada anak bisa terjadi dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan asupan cairan untuk anaknya. Cairan tersebut bisa susu, jus buah, atau apapun. Dan jangan lupa untuk memperhatikan keluaran cairan atau urine (air kencing). Kalau anak buang air kecil dalam jumlah yang sedikit atau kurang, tetapi ia meminum cairan yang banyak, maka harus segera dibawa ke sarana pelayanan kesehatan atau rumah sakit.

  1. FASE PENYEMBUHAN

Ketika masa kritis sudah berhasil dilewati, umumnya pasien masih merasakan demam tetapi tidak perlu khawatir sebab pasien memasuki masa penyembuhan. Pasien harus tetap diberi asupan cairan yang cukup. Secara berangsur trombosit akan naik, nafsu makan kembali normal, penurunan rasa nyeri dan keluaran urinenya akan membaik. (Fitop)

Dibaca 1401 Kali Terakhir Diperbaharui Rabu, 11 Desember 2019 06:22
Adrianus Topu

Admin Website. TIM SIK Puskesmas Sikumana. Perawat di Puskesmas Sikumana sejak Tahun 2006.

pusksmn.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

SOSIALISASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE)

SOSIALISASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE)

UPT. Puskesmas Sikumana, pada Tanggal 26 Februari 2018 Read More
SCREENING FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI TEMPAT TEMPAT UMUM

SCREENING FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI TEMPAT TEMPAT UMUM

Masalah Kesehatan yang dihadapi saat ini sangat kompleks Read More
MENGENAL ANEMIA YANG MEMATIKAN

MENGENAL ANEMIA YANG MEMATIKAN

PENGERTIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI Anemia defisiensi besi adalah Read More
APA ITU RUBELLA ?

APA ITU RUBELLA ?

Pengertian Rubella Rubella atau campak Jerman adalah infeksi Read More
SERING GERAKAN KAKI SAAT DUDUK ? BANYAK MANFAATNYA ....

SERING GERAKAN KAKI SAAT DUDUK ? BANYAK MANFAATNYA ....

Seringkali kita tak sadar sedang menggerakkan kaki saat Read More
S0SIALISASI TB : MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DALAM PENEMUAN KASUS

S0SIALISASI TB : MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DALAM PENEMUAN KASUS

Penemuan kasus TB identik dengan fenomena gunung es Read More
PUSKESMAS SIKUMANA MENUJU AKREDITASI

PUSKESMAS SIKUMANA MENUJU AKREDITASI

Puskesmas Sikumana sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terus berupaya Read More
  • 1