Regina Elesley Boru, SKM

Regina Elesley Boru, SKM

Admin Website, Sanitarian di Puskesmas Sikumana sejak tahun 2004 hingga sekarang.

|   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Depot Air Minum adalah : Suatu Usaha yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi  air minum dalam bentuk curah (diisi langsung tempat) tidak dalam bentuk kemasan dan diberikan langsung  kepada konsumen. Perkembangan usaha Depot air minum di Kota  Kupang yang semakin menjamur dari tahun ke tahun menunjukkan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan air minum isi ulang sebagai alternatif sumber air minum sehari- hari. Harga yang terjangkau dan kemudahan mendapatkan Air Isi ulang menjadi alasan meningkatnya penggunaan air minum isi ulang di kalangan masyarakat.

Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana perkembangan usaha Depot Air Minum mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 100% dalam kurun waktu empat tahun. Berdasarkan Profil Kesehatan Puskesmas Sikumana Tahun 2015 jumlah DAM sebanyak 26 buah dan di tahun di Tahun 2019 sebanyak 52 buah. Dari jumlah tersebut 98%  sudah memiliki Sertifikat Laik Sehat.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 43 tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum, Sertifikat Laik Sehat adalah Bukti tertulis yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kantor Kesehatan Pelabuhan bahwa DAM telah memenuhi standar baku mutu atau persyaratan kualitas air minum dan persyaratan Higiene Sanitasi, dimana serifikat Laik Sehat ini berlaku selama tiga tahun.  Syarat utama memperoleh Sertifikat Laik Sehata adalah memenuhi persyaratan higiene sanitasi dan nilai pengujian contoh air minum memenuhi standar baku mutu atau persyaratan air minum sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Walaupan kenyataannya 98% DAM sudah memiliki Sertifikat Laik Sehat tetapi harus terus dilakukan Pembinaan dan Pengawasan yang rutin dan berkelanjutan dari Dinas Kesehatan dan juga dari Pemilik Usaha Depot Air Minum.

Dalam PERMENKES NO 736 tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum mengharuskan agar setiap Pemilik Depot harus menguji kualitas air minumnya setiap bulan dan Dinas Kesehatan Harus melakukan pengujian kualitas secara berkala minimal dua kali setahun. Tetapi pada kenyataannya minim sekali pemilik DAM yang secara proaktif memeriksakan kualitas air minumnya  secara berkala.

Karena itu Sanitarian Puskesmas Sikumana secara berkala melakukan pengawasan Kualitas air dengan melakukan beberapa hal :

 

  1. Inspeksi Sanitasi DAM ; pemeriksaan dan pengamatan secara langsung terhadap fisik sarana dan dan kualitas air minum dengan menggunakan formulir Inspeksi Sanitasi DAM
  2. Konseling bagi Pemilik dan Penanggung jawab DAM tentang higiene sanitasi Pengelola dan pemeliharaan kebersihan dan fungsi perangkat Desinfektan dan membran.
  3. Pengambilan dan Pengiriman Sampel untuk pemeriksaan Fisik,Bakteriologis dan Kimiawi

Menyadari  pentingnya kualitas dari air yang dijual oleh DAM maka perlu kerjasama dari berbagai pihak untuk melakukan monitoring terkait ijin Usaha dan memotivasi pemilik untuk melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang diatur dalam peraturan .

Mari Mengenal PIS-PK

Sabtu, 05 Oktober 2019 17:28

PROGRAM INDONESIA SEHAT PENDEKATAN KELUARGA merupakan suatu program yang wajib dilakukan disetiap Puskesmas sebagai bentuk integrasi dari program-program di Puskemas dengan sasaran adalah keluarga dan bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan yang terjadi dan memberikan solusi yang tepat bagi pemecahan masalah di Keluarga tersebut.

Keluarga adalah satu kesatuan keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) sebagaimana dinyatakan dalam Kartu Keluarga. Jika dalam satu rumah tangga terdapat kakek dan atau nenek atau individu lain, maka rumah tangga tersebut dianggap terdiri lebih dari satu keluarga. Untuk menyatakan bahwa suatu keluarga sehat atau tidak digunakan sejumlah penanda atau indikator. Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga. Kedua belas indikator utama tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)
  2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
  3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
  4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
  5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
  6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
  7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
  8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
  9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
  10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
  12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga. Sedangkan keadaan masing-masing indikator, mencerminkan kondisi PHBS dari keluarga yang bersangkutan.Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga ini tiga hal berikut harus diadakan atau dikembangkan, yaitu:

  1. Instrumen yang digunakan di tingkat keluarga.
  2. Forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga.
  3. Keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas.

Instrumen yang diperlukan di tingkat keluarga adalah sebagai berikut.

  1. Profil Kesehatan Keluarga (selanjutnya disebut Prokesga), berupa family folder, yang merupakan sarana untuk merekam (menyimpan) data keluarga dan data individu anggota keluarga. Data keluarga meliputi komponen rumah sehat (akses/ ketersediaan air bersih dan akses/penggunaan jamban sehat). Data individu anggota keluarga mencantumkan karakteristik individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, dan lain-lain) serta kondisi individu yang bersangkutan: mengidap penyakit (hipertensi, tuberkulosis, dan gangguan jiwa) serta perilakunya (merokok, ikut KB, memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, pemberian ASI eksklusif, dan lain-lain).
  2. Paket Informasi Keluarga (selanjutnya disebut Pinkesga), berupa flyer, leaflet, buku saku, atau bentuk lainnya, yang diberikan kepada keluarga sesuai masalah kesehatan yang dihadapinya. Misalnya: Flyer tentang Kehamilan dan Persalinan untuk keluarga yang ibunya sedang hamil, Flyer tentang Pertumbuhan Balita untuk keluarga yang mempunyai balita, Flyer tentang Hipertensi untuk mereka yang menderita hipertensi, dan lain-lain.

Forum komunikasi yang digunakan untuk kontak dengan keluarga dapat berupa forum-forum berikut.

  1. Kunjungan rumah ke keluarga-keluarga di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Diskusi kelompok terarah (DKT) atau biasa dikenal dengan focus group discussion (FGD) melalui Dasa Wisma dari PKK.
  1. Kesempatan konseling di UKBM (Posyandu, Posbindu, Pos UKK, dan lain-lain).
  2. Forum-forum yang sudah ada di masyarakat seperti majelis taklim, rembug desa, selapanan, dan lain-lain.

Sedangkan keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra dapat diupayakan dengan menggunakan tenaga-tenaga berikut.

  1. Kader-kader kesehatan, seperti kader Posyandu, kader Posbindu, kader Poskestren, kader PKK, dan lain-lain.
  1. Pengurus organisasi kemasyarakatan setempat, seperti pengurus PKK, pengurus Karang Taruna, pengelola pengajian, dan lain-lain.

Target dari Pelaksanaan PIS -PK di tahun 2019 adalah total coverage (100%) dimana seluruh  keluarga harus dilakukan pendataan dan intervensi awal berupa KIE pada masyarakat,

MAKANAN SEHAT DARI PINGGIR RUMAH

Jumat, 03 Agustus 2018 05:33

Hari ini Puskesmas Sikumana melaksanakan Kegiatan Penggalangan Kebun Gizi tingkat Rumah Tangga di Kelurahan Oepura RT 7 Rw 3 yang dibuka oleh Lurah Oepura.

SERBA SERBI IMUNSISASI MR DI HARI PERTAMA

Kamis, 02 Agustus 2018 07:22

Tanggal 1 Agustus secara serentak dimulainya Imunisasi MR di sekolah- sekolah.

Jika ada yang melintasi Jalan Oebonik I Kelurahan Sikumana pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018  pasti keheranan dengan keramaian yang terjadi.

UPT Puskesmas Sikumana akan mendistribusikan Vitamin A ke 50 Posyandu, PAUD dan juga TK untuk anak-anak yang berumur >5 tahun yang ada di Kelurahan Sikumana, Belo, Oepura, Naikolan,Kolhua dan Fatukoa.

Penemuan kasus TB identik dengan fenomena gunung es menjelaskan bahwa satu yang berobat maka ada sepuluh kasus  dimasyarakat yang belum ditangani

Seringkali kita tak sadar sedang menggerakkan kaki saat duduk seperti sedang gelisah. Namun apakah gerakan refleks ini berarti dan bermanfaat bagi tubuh kita?

Halaman 1 dari 2