Ingat "Satu Rumah Satu Jumantik"

Ditulis Oleh | Jumat, 18 Oktober 2019 18:24 | Dibaca : 390 Kali
Petugas Puskemas Sikumana mengajak anak-anak menjadi Jumantik Petugas Puskemas Sikumana mengajak anak-anak menjadi Jumantik

Sudahkah Anda memeriksa semua tempat penampungan air seperti bak,drum, tempayan, bak tampungan bahkan bekas-bekas botol, gelas air mineral ,tatakan dispenser, alas pot bunga dan semua tempat yang bisa menampung air di dalam dan di luar rumah?  Jika belum segeralah periksa dan pastikan tidak ada jentik nyamuk didalamnya. Jadilah Jumantik di rumah anda sendiri!


Musim Kemarau hampir berakhir, beberapa minggu lagi kita akan memasuki musim hujan. Menyenangkan karena  tidak akan kekurangan air lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Udara juga menjadi lebih sejuk, tanaman menjadi hijau karena tidak ada lagi debu yang menutupi permukaan daun. Dengan semua kenyamanan ini kita harus tetap waspada, karena ada ancaman yang bisa datang dari sampah-sampah plastik yang menampung air hujan atau bahkan dari bak atau drum di dalam rumah kita yaitu  nyamuk Aedes Aegypti mengintai untuk mencari korban menularkan virus dengue  bagi anak-anak, keluarga, sahabat bahkan diri kita sendiri.

Awal tahun lalu tepatnya tanggal 23 Januari 2019, Bapak Walikota Kupang menetapkan KLB Demam Berdarah di Kota Kupang. Peningkatan angka kesakitan Demam Berdarah terjadi di hampir setiap Kecamatan di wilayah Kota Kupang. Demikian juga di Kecamatan Maulafa khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sikumana. Bahkan terjadi dua kasus kematian pada tahun 2019 di Kelurahan Naikolan dan  Sikumana. Status ini bertahan selama sebulan sebelum akhirnya dicabut status KLB pada Bulan Pebruari 2019. 

Tentunya kita tak ingin hal ini  terulang kembali di penghujung tahun 2019 atau di tahun 2020 nanti. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit Demam Berdarah. Gerakan 3M, 3M plus, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bukan hal baru bagi kita semua bahkan anak –anak sekolah pun tau apa itu 3M  (Menguras,menutup,mengubur/memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan) atau 3Mplus (Menabur abate, menggunakan obat nyamuk,Menggunakan kelambu pada saat tidur,memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah dan lain-lain). Setiap saat iklan di televisi, media sosial sangat gencar mempromosikannya.  Tetapi yang menjadi kendala adalah apakah kita secara sadar mau dan mampu melaksanakan hal tersebut. Puskesmas Sikumana mengadakan pemantauan jentik secara berkala di rumah –rumah warga  setiap tiga bulan dan hasil yang diperoleh sangat memprihatinkan  yaitu  38-45% yang rumah yang bebas jentik artinya terdapat 70-60% masyarakat yang masih mengangap sepele hal ini. Sebagian besar masyarakat  menguras, menabur abate dan membersihkan bak-bak mandi, tempayan yang berada di dalam rumah tetapi mengabaikan drum- drum untuk menyiram bunga, membersihkan kandang babi  yang berada di luar rumah atau sampah-sampah yang bisa menampung air hujan. Padahal tempat tempat ini merupakan tempat potensial bagi perkembangbiakan (breedingplace) nyamuk Aedes Aegypti.

Jadi marilah kita bersama-sama menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Demam Berdarah dengan komitmen satu rumah satu jumantik yang artinya satu anggota keluarga di setiap rumah bertanggung jawab setiap minggu untuk memeriksa dan menghilangkan keberadaan jentik dari semua tempat yang dapat menampung air. Dan ingat Nyamuk betina dapat bertelur 200.000, kita bisa membayangkan berapa banyak populasinya jika jentik ini tidak segera dimusnahkan dan setelah berkembang menjadi nyamuk dapat terbang sejauh 100 meter. Sehingga  kita juga dituntut untuk mengajak keluarga dan tetangga kita untuk menjadi Jumantim dirumahnya bahkan anak-anak juga harus dibiasakan untuk menjadi jumantik karena mereka adalah agent of change.

Regina Elesley Boru, SKM

Admin Website, Sanitarian di Puskesmas Sikumana sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.